IndoNASA »
Tanya Jawab
,
Tanya Jawab Peternakan
»
Mengatasi Permasalahan Pada Budidaya Kambing
Mengatasi Permasalahan Pada Budidaya Kambing
Posted by IndoNASA on Kamis, 04 Februari 2016 |
Tanya Jawab,
Tanya Jawab Peternakan
Panduan Tanya Jawab Peternakan dari PT. Natural Nusantara tentang pengetahuan dan cara mengatasi penyakit yang sering terjadi pada budidaya ternak kambing. Yang diharapkan bisa menambah pengetahuan Anda tentang hewan ternak kambing.
Permasalahan Yang Umumnya Terjadi Pada Budidaya Kambing
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Bagaimana mengobati keracunan pada kambing dengan obat tradisional? | Keracunan ringan diminumi segelas minyak tanah atau diminumi air kelapa hijau sebanyak-banyaknya. Keracunan insektisisda diminumi santan kelapa hangat |
| Bagaimana mengobati luka pada kulit kambing dengan obat tradisional? | Pengobatannya ada beberapa alternatif sebagai berikut : 1) daun sirih diperas airnya digunakan untuk membersihkan luka; 2) daun tembakau diberi air dan diperas, dicampur kapur sirih; 3) biji pinang ditumbuk, dicampur tawas dan kapur sirih.Dibubuhkan pada luka; 4) Tokek dipanggang, diberikan pada ternak yang terserang kutu; 5) Daun ketapang dibubuhkan pada daerah yang terserang gudig; 6) Tumbukan abu dengan minyak kelapa dioleskan pada luka. |
| Bagaimana mengobati cacingan pada kambing dengan obat tradisional? | Pengobatannya ada beberapa alternatif sebagai berikut : 1) Buah pinang ditumbuk dan dicampur air; 2) Temu ireng dan buah kelapa muda diparut kemudian dikeringkan. Campuran tersebut kemudian disuapkan pada ternak sehari sekali; 3) Untuk cempe: Jantung pisang hijau dimasak dengan air sampai mendidih dan air tersebut diminumkan pada ternak. |
| Bagaimana mengobati kembung pada kambing dengan obat tradisional? | Pengobatannya ada beberapa alternatif sebagai berikut 1) Campuran minyak kelapa dan parutan jahe dioleskan pada bagian perut yang menonjol; 2) kapur sirih digosok-gosokkan pada bagian perut; 3) kopi hangat diminumkan pada ternak; 4) kopi hangat diminumkan pada ternak; 5) 10 asam jawa yang dimasak ke dalam air hangat, ditambahkan gula merah dan 5 buah kunyit yang digerus, aduk sampai rata dan diminumkan pada ternak. |
| Berapa kebutuhan air untuk kambing atau domba? | Kebutuhan air ideal untuk kambing atau domba sekitar 1,5 – 2,5 liter per hari, tetapi sebaiknya air minum untuk kambing atau domba diupayakan selalu ada (ad libitum) |
| Berapa jarak antar kelahiran yang baik untuk kambing atau domba? | Jarak antar kelahiran yang diharapkan adalah 8 bulan. Dalam 2 tahun kambing-domba dapat beranak sebanyak 3 kali, dengan jumlah anak kelahiran adalah 2 ekor, maka dalam 2 tahun tersebut, jumlah kambing atau domba akan bertambah 6 ekor. |
| Bagaimana perawatan kambing yang sedang bunting? | Perawatan kambing yang sedang bunting : 1) memberikan pakan dengan kuantitas dan kualitas yang lebih baik, terutama 3 bulan sebelum dan sesudah melahirkan; 2) menjaga kebersihan kandang; 3) menjaga keselamatan dalam kandang, misalnya jangan sampai kambing terperosok yang akan mengakibatkan keguguran; 4) mencukur bulu pada induk domba yang bunting muda, agar melancarkan pembuangan panas dan mencegah jamur dan parasit lain berkembang biak. |
| Berapa lama masa kebuntingan pada kambing dan domba? | Masa kebuntingan kambing dan domba kurang lebih 150 hari (5 bulan) |
| Bagaimana tanda-tanda kebuntingan pada kambing atau domba? | Setelah kambing-domba betina dikawinkan, dalam keadaan normal, akan terjadi pembuahan dan diikuti proses kebuntingan. Tanda-tanda kebuntingan ditunjukkan dengan : tidak terlihatnya tanda-tanda birahi pada siklus berikutnya (19 hari setelah perkawinan), membesarnya perut sebelah kanan, ambing menurun, sering menggesekkan badannya ke dinding, dan kambing tampak lebih tenang. |
| Bagaimana tanda-tanda kambing-domba yang sedang birahi ? | Tanda-tanda birahi pada kambing atau domba adalah alat kelamin betina terlihat membengkak, basah, merah dan hangat, menggerak-gerkan ekornya, diam apabila dinaikkan pejantan atau ternak lain, terlihat gelisah dan nafsu makan menurun. Apabila tidak dikawinkan atau tidak terjadi kebuntingan maka birahi akan muncul dalam jangka waktu 19 hari kemudian. |
| Kambing sedang menyusui anaknya umur 1 bulan, setelah diberi produk Viterna, kambing betina tersebut tetap kurus, bagaimana solusinya? | Kambing betina yang sedang menyusui anaknya membutuhkan banyak pakan untuk kebutuhan induk betina itu sendiri dan produksi susu anaknya sehingga kambing betina tersebut harus mendapat tambahan pakan, seperti rumput hijau, daun legume, bungkil kedelai dan bahan baku pakan sumber protein lainnya. Untuk Produk NASA, Bapak dapat mencampur POC NASA, VITERNA dan HORMONIK menjadi satu larutan. Dosis : 1 tutup botol campuran 3 produk tersebut dicampurkan pada pakan basah/komboran per ekor per hari |
Demikian pengetahuan tentang cara mengatasi permasalahan pada budidaya kambing semoga bermanfaat bagi peternak kambing di Indonesia.

Popular of The Week
-
Budidaya Durian dengan Pupuk Organik Nasa - Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurk...
-
Kategori Produk: Agrokomplek, Perikanan Nama Produk: TON Kemasan 3 Kg Kode Produk: TONB Isi/Berat: 3 kg Harga: Rp. 506.000 (Be...
-
Minyak nilam memberikan sumbangan cukup besar dalam penghasil devisa Negara di antara minyak atsiri lainnya. Namun produksi minyak nilam d...
-
Video Kesaksian penggunaan Pupuk Organik NASA pada budidaya tanaman kopi di Temanggung – Jawa Tengah. Biaya lebih hemat dan hasil lebih meng...
-
Budidaya Tomat menggunakan Pupuk Organik Nasa Teknik Budidaya Tomat dengan Pupuk Organik Nasa - Tomat adalah komoditas hortikultura yang p...
-
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga...
-
Ketergantungan terhadap kedelai impor sangat memprihatinkan, karena seharusnya kita mampu mencukupinya sendiri. Ini karena produktivitas r...
-
Kesaksian pengguna VITERNA, POC NASA dan HORMONIK pada budidaya peternakan Ayam Broiler di Kediri Jawa Timur dengan total populasi ayam ada ...




Tidak ada komentar: